Provinsi Jambi kembali menunjukkan taringnya dalam kancah sepak takraw nasional melalui sebuah inovasi gerakan yang sangat langka dan sulit dilakukan. Dalam pertandingan final melawan tim-tim kuat lainnya, seorang pemain berbakat memperagakan sebuah Smash Gulung yang sangat presisi dan bertenaga. Gerakan ini melibatkan putaran tubuh 360 derajat di udara sebelum kaki menghantam bola dengan keras ke area pertahanan lawan. Sontak, aksi tersebut membuat seisi stadion berdiri dan memberikan tepuk tangan riuh karena tingkat kesulitan teknik yang diperlihatkan benar-benar di atas rata-rata.
Bagi seorang Atlet Takraw Jambi, penguasaan teknik salto atau gulung ini membutuhkan waktu latihan bertahun-tahun. Tidak hanya mengandalkan kekuatan otot kaki, tetapi juga keberanian mental untuk melompat tinggi dan melakukan rotasi tubuh secara terbalik. Sang atlet menjelaskan bahwa kunci utama dari smash ini adalah timing saat menyentuh bola di titik tertinggi lompatan. Jika posisi kaki sedikit saja meleset, maka bola tidak akan menukik tajam, atau yang lebih buruk, atlet bisa mengalami cedera saat mendarat di lantai lapangan yang keras.
Ketangkasan luar biasa ini sering kali disebut sebagai Teknik Spektakuler karena jarang sekali ada pemain yang mampu melakukannya secara konsisten dalam satu pertandingan penuh. Di wilayah Jambi, sepak takraw memang telah menjadi olahraga rakyat yang sangat populer, sehingga persaingan antar klub mahasiswa sangatlah ketat. Inovasi teknik seperti smash gulung menjadi pembeda antara pemain biasa dengan pemain bintang. Kemampuan untuk mengubah posisi bertahan menjadi serangan balik yang mematikan dalam hitungan detik adalah nilai jual utama dari atlet-atlet takraw asal bumi Melayu ini.
Banyak penonton dan pengamat olahraga yang merasa Bikin Takjub dengan kelenturan tubuh para atlet ini. Mereka seolah-olah menentang hukum gravitasi saat melayang di udara. Latihan fisik yang dijalani mencakup senam lantai, latihan beban, hingga meditasi untuk menjaga fokus. Fokus sangat diperlukan agar mata tetap bisa melacak posisi bola meskipun tubuh sedang berputar di udara. Prestasi ini membawa nama Jambi semakin diperhitungkan dalam peta kekuatan sepak takraw Indonesia, bersaing ketat dengan daerah-daerah tradisional lainnya di Sulawesi dan Sumatera.