Memasuki penghujung tahun 2025 dan menyongsong tahun 2026, tantangan kesehatan mental mahasiswa di Jambi semakin kompleks seiring dengan tingginya penetrasi teknologi digital. Salah satu fenomena yang paling mengkhawatirkan adalah “doomscrolling”, yaitu kebiasaan mengonsumsi berita atau konten negatif di media sosial secara terus-menerus hingga berjam-jam. Kebiasaan ini tidak hanya menyita waktu produktif, tetapi juga meningkatkan tingkat kecemasan dan depresi di kalangan akademisi muda. Di tengah gempuran distraksi digital ini, Jambi Sport Vision hadir untuk mempromosikan kembali pentingnya aktivitas fisik sebagai benteng pertahanan utama untuk menyelamatkan kesehatan mental dan masa depan mahasiswa.
Secara psikologis, dorongan untuk melakukan doomscrolling seringkali muncul karena otak sedang mencari stimulus instan melalui dopamin yang dihasilkan dari konsumsi informasi baru. Namun, dopamin dari media sosial bersifat semu dan cepat hilang, meninggalkan perasaan hampa. Sebaliknya, melakukan aktivitas fisik seperti berlari di sekitar area perkantoran Gubernur Jambi atau mengikuti kelas senam di kampus memberikan stimulasi hormon bahagia yang lebih stabil dan menyehatkan. Saat tubuh bergerak, otak melepaskan endorfin dan serotonin yang secara alami mampu menekan keinginan impulsif untuk terus menatap layar ponsel, sehingga mahasiswa mendapatkan kembali kendali atas perhatian dan waktu mereka.
Penerapan aktivitas fisik yang rutin juga berfungsi sebagai bentuk meditasi aktif. Bagi mahasiswa di Jambi, berolahraga memberikan jarak yang diperlukan antara diri mereka dengan arus informasi yang menyesakkan di internet. Saat seseorang sedang fokus melakukan angkat beban atau bermain sepak bola, pikiran mereka dipaksa untuk hadir sepenuhnya pada momen saat ini (mindfulness). Kehadiran mental ini sangat efektif untuk memutus rantai pikiran negatif yang biasanya muncul setelah melihat berita buruk di media sosial. Dengan mengalihkan energi dari jempol yang melakukan scrolling ke seluruh anggota tubuh yang bergerak, mahasiswa dapat menjernihkan pikiran dan mereduksi stres akademik secara signifikan.
Selain aspek mental, kebiasaan diam (sedentari) saat melakukan doomscrolling berdampak buruk pada kesehatan metabolisme tubuh. Mahasiswa yang menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi statis berisiko mengalami obesitas dan gangguan postur. Melalui kampanye Jambi Sport Vision, mahasiswa didorong untuk meningkatkan aktivitas fisik harian mereka, bahkan melalui hal-hal sederhana seperti lebih memilih naik tangga daripada lift di gedung fakultas. Pergerakan tubuh yang konsisten akan meningkatkan sirkulasi darah ke otak, yang pada gilirannya meningkatkan fungsi kognitif. Mahasiswa yang aktif secara fisik terbukti memiliki daya ingat yang lebih tajam dan kemampuan analisis yang lebih baik dibandingkan mereka yang terjebak dalam siklus konsumsi konten digital pasif.