Perjalanan menuju prestasi nasional bagi seorang atlet yang berasal dari pelosok daerah sering kali penuh dengan tantangan logistik yang berat. Ketika seorang talenta muda dari kabupaten terpencil terpilih untuk mengikuti pemusatan latihan atau seleksi di tingkat provinsi, masalah utama yang muncul adalah biaya hidup dan tempat tinggal selama berada di pusat kota. Sering kali, orang tua atlet merasa berat untuk melepaskan anak mereka karena keterbatasan dana untuk menyewa tempat tinggal yang layak. Menjawab persoalan ini, Bapomi Jambi menghadirkan solusi konkret melalui program “Bantu Seleksi!” yang menyasar akar permasalahan tersebut.
Inisiatif utama dari program ini adalah memberikan subsidi finansial yang dikhususkan untuk menanggung biaya tempat tinggal para olahragawan selama masa persiapan. Bapomi Jambi menyadari bahwa kenyamanan dan keamanan tempat beristirahat sangat memengaruhi kualitas istirahat dan pemulihan fisik seorang olahragawan. Dengan adanya bantuan untuk biaya asrama, para atlet daerah dapat lebih fokus dalam menjalani sesi latihan yang intens tanpa harus merasa terbebani oleh bayang-bayang biaya bulanan yang membengkak. Program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pemerataan akses prestasi bagi seluruh warga provinsi.
Fokus bantuan ini diberikan kepada para atlet yang sedang berjuang menembus skuad utama untuk ajang-ajang besar seperti POMNAS maupun seleksi pra-PON. Bapomi melakukan verifikasi terhadap para penerima manfaat untuk memastikan bahwa mereka memang berasal dari keluarga prasejahtera di wilayah daerah yang membutuhkan dukungan logistik. Selain bantuan biaya, Bapomi juga memantau kelayakan fasilitas asrama yang ditempati agar tetap memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan gizi yang dibutuhkan oleh seorang olahragawan profesional.
Dampak dari program ini sangat signifikan terhadap tingkat partisipasi atlet kabupaten dalam setiap ajang seleksi tingkat provinsi. Angka pengunduran diri atlet berbakat karena kendala biaya penginapan menurun drastis. Hal ini memberikan keuntungan bagi tim provinsi Jambi karena kini mereka memiliki stok talenta yang lebih beragam dan berkualitas dari seluruh penjuru daerah, bukan hanya dari mereka yang tinggal di pusat kota saja. Bapomi percaya bahwa talenta emas bisa lahir dari mana saja, dan tugas organisasilah untuk menyediakan jembatan agar talenta tersebut tidak terkendala oleh masalah biaya.