Dalam pelaksanaan Forum Ketua Cabor Jambi tersebut, para ketua cabang olahraga (cabor) sepakat bahwa masalah yang sering muncul dalam turnamen mahasiswa adalah adanya perbedaan persepsi aturan antar-wasit dari daerah yang berbeda. Hal ini sering memicu protes dan ketidakpuasan dari tim yang bertanding, yang pada akhirnya merusak marwah sportivitas. Oleh karena itu, BAPOMI Jambi mendorong adanya sinkronisasi pemahaman regulasi terbaru yang merujuk pada aturan federasi internasional masing-masing cabang. Diskusi berlangsung dinamis, di mana setiap ketua cabor memaparkan tantangan yang dihadapi dalam mencari dan membina wasit muda dari kalangan mahasiswa itu sendiri.

Upaya meningkatkan Kualitas perangkat pertandingan dilakukan melalui program pelatihan bersertifikat secara berkala. Jambi ingin memiliki basis data wasit yang tidak hanya jago secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang tidak bisa diintervensi. Dalam forum tersebut, diusulkan agar para wasit senior di Jambi diwajibkan melakukan mentoring kepada wasit-wasit junior. Selain itu, penggunaan teknologi seperti bantuan rekaman video (VAR sederhana) atau sistem penilaian digital mulai diperkenalkan untuk meminimalisir kesalahan manusia dalam pengambilan keputusan. Semakin tinggi kualitas wasit, semakin berkualitas pula jalannya sebuah kompetisi.

Peran dari setiap Ketua Cabor sangat krusial dalam menyeleksi kandidat wasit yang akan dikirim ke pelatihan tingkat nasional. BAPOMI Jambi ingin memastikan bahwa investasi yang dikeluarkan untuk biaya sertifikasi benar-benar jatuh kepada individu yang berkomitmen tinggi untuk memajukan olahraga di Jambi. Dalam pertemuan tersebut, disepakati adanya kode etik yang lebih ketat bagi perangkat pertandingan. Seorang wasit di level mahasiswa harus mampu menjaga jarak profesional dengan atlet maupun pengurus kampus untuk menghindari konflik kepentingan. Netralitas adalah harga mati bagi setiap pengadil yang ingin menjaga kehormatan profesinya di atas lapangan.

Langkah strategis BAPOMI Jambi ini juga bertujuan untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah bagi event-event olahraga mahasiswa berskala regional maupun nasional di masa mendatang. Memiliki stok wasit berkualitas dalam jumlah yang cukup akan membuat Jambi lebih dipercaya oleh pengurus pusat untuk menyelenggarakan turnamen bergengsi. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah dan motivasi atlet lokal. Dengan wasit yang tegas dan memahami aturan dengan baik, para atlet akan terbiasa bertanding dengan standar yang tinggi, sehingga saat mereka dikirim ke luar daerah, mereka sudah sangat paham dengan batasan-batasan teknis yang berlaku.

Kategori: Berita