Provinsi Jambi sedang mempersiapkan diri untuk mencatatkan namanya dalam sejarah olahraga nasional melalui visi ambisius yang dicanangkan untuk tahun 2026. BAPOMI Jambi telah merumuskan cetak biru yang komprehensif untuk menjadikan wilayah ini sebagai “Pusat Olahraga Mahasiswa Hijau Indonesia”. Fokus utamanya adalah transformasi total pada penyelenggaraan ajang atletik yang sepenuhnya selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan dan efisiensi sumber daya. Melalui integrasi antara fasilitas modern dan pelestarian alam, Jambi ingin menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia mampu memimpin gerakan olahraga hijau yang didorong oleh semangat intelektual dan fisik para mahasiswanya.
Visi untuk menjadi pusat olahraga hijau ini dimulai dengan pembangunan kompleks olahraga yang menggunakan konsep arsitektur bioklimatik, yang memaksimalkan cahaya alami dan sirkulasi udara guna mengurangi konsumsi listrik. Jambi 2026 menargetkan untuk menjadi ajang olahraga mahasiswa pertama yang mencapai status net-zero emission. Seluruh kebutuhan energi selama penyelenggaraan akan dipasok dari pembangkit listrik tenaga surya dan biomassa yang memanfaatkan limbah perkebunan lokal. BAPOMI ingin membuktikan bahwa kemandirian energi bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang dapat dicapai melalui perencanaan matang dan kemauan untuk berinovasi demi masa depan bumi yang lebih baik.
Bagi para atlet mahasiswa yang datang dari seluruh penjuru tanah air, berkompetisi di Jambi memberikan pengalaman baru mengenai standar kehidupan berkelanjutan. Mereka tidak hanya dituntut berprestasi di lapangan, tetapi juga diajak menjadi agen perubahan dalam kampanye gaya hidup minim sampah. Jambi ingin menanamkan pesan bahwa kejayaan olahraga nasional harus dibarengi dengan tanggung jawab ekologis. Setiap partisipan akan diberikan tantangan untuk meminimalkan jejak karbon pribadi mereka selama berada di desa atlet. Fasilitas pendukung di 2026 nanti dirancang untuk menjadi percontohan bagi universitas-universitas di seluruh Indonesia mengenai cara mengelola fasilitas publik yang ramah lingkungan secara profesional.
Edukasi mengenai lingkungan hijau ini juga merambah ke sektor manajemen transportasi dan logistik. Jambi 2026 akan mengoperasikan sistem transportasi publik berbasis listrik yang menghubungkan seluruh venue pertandingan, guna memastikan kualitas udara tetap segar bagi kesehatan para atlet. Kampanye penggunaan kemasan daur ulang dalam setiap konsumsi menjadi aturan ketat yang tidak dapat ditawar. BAPOMI Jambi ingin memastikan bahwa ajang ini memberikan dampak edukasi yang mendalam bagi para Mahasiswa Hijau Indonesia sebagai pemimpin masa depan. Dengan melihat langsung implementasi kebijakan hijau di lapangan, diharapkan mereka mampu membawa perubahan positif tersebut ke lingkungan sosial mereka masing-masing.