Bagi perenang gaya dada (breaststroke), lutut adalah sendi yang paling banyak menerima beban torsi dan tekanan lateral yang ekstrem. Tidak mengherankan jika keluhan nyeri lutut mahasiswa menjadi topik yang sangat relevan di kalangan atlet universitas yang memiliki program latihan intensif. Salah satu penyebab nyeri yang sering terdiagnosis secara keliru sebagai cedera meniskus adalah gangguan pada jaringan lunak di dalam sendi lutut. Bapomi Jambi memberikan edukasi mendalam mengenai kondisi yang disebut sebagai sindrom plica, sebuah masalah yang muncul akibat iritasi pada lipatan membran sinovial di bagian dalam lutut.

Plica medial adalah sisa jaringan embrionik yang berbentuk seperti pita tipis di dalam kapsul sendi lutut. Pada sebagian besar orang, jaringan ini tidak menimbulkan masalah, namun pada perenang yang melakukan gerakan menendang (kick) secara repetitif, pita ini dapat terjepit di antara tulang paha dan tempurung lutut. Bapomi Jambi bahas Plica Medial sebagai risiko spesifik bagi mereka yang sering melakukan gaya dada dengan teknik tendangan yang sangat lebar. Gesekan terus-menerus ini menyebabkan plica menjadi tebal, kaku, dan meradang, yang kemudian memicu rasa nyeri tumpul di bagian depan dan dalam lutut.

Mekanisme Iritasi Lutut pada Perenang Gaya Dada

Penyebab utama dari gangguan ini adalah biomekanika tendangan gaya dada yang memerlukan rotasi eksternal tungkai bawah yang kuat. Saat lutut menekuk dan kemudian menendang dengan cepat, plica medial akan tersapu melewati tulang. Jika frekuensi latihan sangat tinggi tanpa didukung oleh fleksibilitas sendi panggul yang memadai, maka beban gesekan pada lutut akan meningkat. Nyeri lutut mahasiswa yang disebabkan oleh plica biasanya terasa lebih menyakitkan saat menaiki tangga atau setelah duduk dalam waktu lama dengan lutut menekuk (fenomena movie-goer’s sign).

Banyak atlet di Jambi yang menganggap rasa sakit ini sebagai bagian dari “kelelahan biasa”, padahal peradangan pada plica dapat menyebabkan pengikisan tulang rawan jika dibiarkan dalam jangka panjang. Bapomi menekankan bahwa rasa “klik” atau sensasi tersangkut saat meluruskan kaki adalah indikator kuat adanya masalah pada Plica Medial. Deteksi dini sangat krusial agar penanganan dapat dilakukan secara konservatif tanpa memerlukan tindakan pembedahan yang dapat menghentikan karier atlet mahasiswa secara prematur.

Kategori: Berita