Keberhasilan sebuah organisasi olahraga dalam mencetak atlet-atlet juara tidak pernah terlepas dari kuatnya tata kelola dan kesamaan arah kebijakan di tingkat pimpinan. Sebagai langkah strategis untuk memperkuat pondasi tersebut, Bapomi Jambi menyelenggarakan agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang melibatkan seluruh pengurus cabang dari berbagai kabupaten dan kota serta perwakilan pimpinan perguruan tinggi se-Provinsi Jambi. Forum ini menjadi krusial karena di sinilah seluruh pemangku kepentingan melakukan evaluasi mendalam terhadap program tahun sebelumnya dan merumuskan langkah-langkah konkret untuk membawa nama Jambi lebih bersinar di panggung yang lebih tinggi.
Fokus utama dalam pertemuan akbar ini adalah proses penyelarasan visi di antara semua tingkatan organisasi. Seringkali, kegagalan dalam pembinaan atlet disebabkan oleh adanya ego sektoral atau ketidaksinkronan antara program latihan di kampus dengan kebijakan di tingkat provinsi. Melalui Rakerda ini, Bapomi Jambi memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil, mulai dari sistem rekrutmen hingga pola pendanaan, memiliki satu tujuan yang sama: menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan kompetitif bagi mahasiswa. Visi yang seragam ini menjadi kompas bagi seluruh pengurus agar tidak terjadi tumpang tindih program kerja yang membuang-buang sumber daya.
Target yang dicanangkan dalam pertemuan ini tidaklah main-main, yaitu membawa atlet-atlet mahasiswa Bapomi Jambi untuk mampu berbicara banyak di kancah internasional. Pencapaian prestasi dunia bukanlah mimpi yang mustahil jika manajemen organisasi dilakukan secara profesional dan berbasis pada keunggulan ilmiah (sport science). Dalam rapat tersebut, disepakati adanya peningkatan anggaran untuk pengiriman atlet ke kejuaraan-kejuaraan mahasiswa tingkat Asia maupun dunia (Universiade). Bapomi Jambi berkomitmen untuk tidak hanya menjadi jago kandang di tingkat nasional, tetapi juga menjadi penyuplai atlet bagi tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
Selain penyelarasan program teknis, aspek kesejahteraan atlet dan kepastian akademik juga menjadi bahasan hangat dalam rapat kerja tersebut. Bapomi Jambi menginstruksikan kepada seluruh perguruan tinggi untuk memberikan skema beasiswa yang lebih luas bagi mahasiswa berprestasi di bidang olahraga. Keselarasan antara kurikulum pendidikan dan jadwal latihan harus diatur sedemikian rupa agar tidak ada atlet yang terhambat kelulusannya akibat fokus membela daerah. Perlindungan terhadap masa depan atlet adalah bentuk penghargaan tertinggi yang harus diberikan agar para pemuda Jambi semakin termotivasi untuk menekuni dunia olahraga secara profesional.